Islam Peduli Satwa

Islam Peduli SatwaIslam adalah agama yang peduli terhadap satwa. Ada banyak kisah nabi dan surat di Al-Quran yang menyimpulkan bahwa Islam juga mengajarkan kasih sayang terhadap satwa. Kepedulian Islam terhadap satwa itu juga menjadi sebuah kesimpulan dari workshop lebih dari 35 pesantren pada tanggal 22-23 Mei 2010 yang diadakan oleh ProFauna Indonesia bekerja sama dengan pesantren Al-Hikam Malang dengan dukungan dari Animalia Foundation dan CIWF.

Contoh beberapa kisah tentang ajaran tentang Islam untuk menyayangi binatang itu antara lain:

  • Hadist yang menceritakan seorang wanita yang diampuni dosa-dosanya karena telah memberikan minum kepada seekor anjing yang kehausan.
  • Kisah Nabi Sulaiman yang akan berangkat perang memerintahkan semut (nabi Sulaiman bisa berkomunikasi dengan binatang) untuk masuk ke dalam sarangnya karena nabi takut semut-semut tersebut akan terinjak pasukannya.
  • Kisah tentang seorang wanita yang akan masuk neraka karena telah mengurung seekor kucing dan wanita tersebut tidak memberinya makan

Islam juga peduli terhadap pelestarian jenis atau spesies. Kepedulian Islam terhadap pelestarian spesies ini terdapatdalam Al-Quran Surat Hud, ayat 36-48 yang mengisahkan bahwa pada waktu itu Allah akan menghukum kaum Nabi Nuh yang jahat dengan cara mendatangkan banjir yang akan menghancurkan kaum tersebut. Sebelum banjir datang, Allh memerintah nabi Nuh untuk membuat perahu dan di dalam perahu tersebut harus dibawa juga satwa-satwa yang berpasangan (jantan dan betina). Ini mencerminkan bahwa islam peduli akan pelestarian spesies, jangan spesies tersebut punah.

Pada dasarnya islam memperbolehkan untuk memanfaatkan satwa termasuk satwa ternak, namun pemanfaatannya tersebut tidak boleh menyakiti satwa. Beberapa ketentuan dalam islam tentang pemeliharaan binatang antara lain:

  • Ketika binatang telah menjadi peliharaan kita, maka seluruh kebutuhannya akan menjadi tanggung jawab kita. Kita wajib memenuhi seluruh kebutuhannya baik kebutuhan jasmani atau psikologi. Jika kita tidak sanggup memenuhi kebutuhan binatang tersebut, maka akan lebih baik jika kita tidak memeliharanya.
  • Manusia harus menyediakan makan dan minum yang cukup bagi mereka, walaupun binatang itu sudah tua atau sakit sehingga dianggap tidak menguntungkan bagi pemiliknya.
  • Tidak boleh membebani binatang melebihi kemampuannya.

Hasil lengkap workshop kepedulian islam terhadap satwa itu dikemudian dituangkan dalam sebuah buku berjudul Islam Peduli terhadap Satwa. Isi lengkap buku tersebut bisa diperoleh di: Buku Islam Peduli terhadap satwa.

© 2003 - 2021 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.