Pelatihan Relokasi Telur Penyu di Pantai Perancak, Bali

Pelatihan Relokasi Telur Penyu di Pantai Perancak, Bali

ProFauna Indonesia mengadakan pelatihan tentang pengelolaan konservasi penyu bagi kelompok masyarakat "Kurma Asih" di Pantai Perancak, Bali pada hari Sabtu, 1 Desember 2012. Dalam pelatihan yang lebih bersifat berbagi pengalaman itu, tim ProFauna yang terdiri dari Drh Wita Wahyudi, Rosek Nursahid dan Jatmiko menjelaskan tentang standar relokasi telur penyu. Wita Wahyudi mengatakan bahwa sebaiknya jika memang telur penyu itu perlu direlokasi maka relokasi harus dilakukan secepat mungkin, idealnya 4 - 6 jam sejak penyu bertelur. Relokasi telur penyu hendaknya tidak dilakukan lebih dari 12 jam, karena tingkat keberhasilan menetasnya telur akan semakin kecil.

Kelompok masyarakat pelestari penyu "Kurma Asih" dengan semangat mengikuti acara tersebut. Mereka juga berbagi pengalaman tentang mengelola penyu di Pantai Perancak yang telah mereka lakukan sejak tahun 1997. Kini kelompok Kurma Asih bekerja sama dengan ProFauna Indonesia untuk mengelola penyu di Perancak dengan lebih baik.

Pelatihan yang diadakan secarasederhana di bawah rindangnya pohon di Pantai Pertancak itu juga dihadiri sejumlah petugas BKSDA Bali, pengurus desa, petugas kepolisian dan supporter ProFauna Bali. Rosek Nursahid, chairman ProFauna indonesia, yang hadir dalam acara itu mengatakan, "ProFauna sejak tahun 1999 telah bekerja untuk isu penyu di Bali, setelah mendampingi masyarakat di Pantai Kuta, kini saatnya ProFauna bekerja dengan kelompok masyarakat Kurma Asih untuk melestarikan penyu yang ada di Pantai Perancak". Rosek menambahkan, "ProFauna sangat mendukung setiap program konservasi satwa liar yang melibatkan masyarakat lokal, karena masyarakat adalah benteng yang kuat untuk melindungi kekayaan alam mereka".

Usai pelatihan, dilanjukan dengan seremoni pemasangan beberapa papan informasi tentang konservasi penyu di Pantai Perancak. Papan informasi yang didukung oleh Born Free Foundation itu diresmikan bersama oleh BKSDA Bali, pengurus Kurma Asih dan chairman ProFauna Indonesia Rosek Nursahid. Anom, salah satu pengurus Kurmas Asih, mengatakan, "kami berterima kasih dan menyambut baik kerja sama dengan ProFauna ini, karena sebetulnya sudah sejak lama kami mengenal ProFauna dan berharap bisa bekerja sama".

© 2003 - 2022 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.