ProFauna Memperingatkan Pengelola Tahura R soerjo untuk Mencegah Perburuan Burung

Aktivis ProFauna melakukan aksi demo di depan kantor Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo, Jalan Simpang Panji Suroro Malang, untuk memprotes maraknya perburuan burung di kawasan Tahura R Soerjo (13.12/2013). Dalam aksi protes itu belasan aktivis ProFauna meniup peluit keras-keras di depan kantor Tahura R Soerjo sebagai simbol peringatan kepada pengelola Tahura R Soerjo untuk melindungi burung-burung yang ada di kawasan konservasi alam itu. Sambil meniup peluit, aktivis ProFauna itu membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan "Peringatan, hentikan perburuan burung di Tahura R Soerjo".

Juru kampanye ProFauna Indonesia Bayu Sandi yang memimpin demo mengatakan, "Tahura R Soerjo adalah kawasan konservasi alam yang seharusnya menjadi tempat yang aman bagi keberadaan burung-burung. Pengelola Tahura R Soerjo harus mengusut tuntas kasus perburuan burung yang menggunakan jaring di kawasan tersebut". Bayu menegaskan, "Jika ada petugas yang terlibat, ProFauna menuntut proses hukum yang tegas terhadap pelakunya"

ProFauna juga memperingatkan bahwa seharusnya prioritas konservasi burung di kawasan Tahura R Soerjo itu adalah konservasi burung di habitat alaminya, bukan dalam sangkar. ProFauna mendesak agar pihak tahura R Soerjo membongkar kandang atau sangkar burung yang sudah ada di kawasan wisata Cangar tersebut.

Aksi demo aktivis ProFauna di depan pintu masuk kantor Tahura itu mengundang perhatian pegawai Tahura R Soerjo. Setelah tiga puluh menit meniup peluit dengan penuh semangat, perwakilan ProFauna yang terdiri dari Bayu Sandi, Swasti Prawidya Mukti dan Darmanto diterima oleh kepala Tahura R Soerjo, Rudhy Marojahan. Dalam dialog dengan ProFauna yang juga dihadiri sejumlah wartawan itu, Kepala Tahura menyampaikan, "kebijakan adanya kandang burung di kawasan wisata Cangar itu wewenang kepala Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Timur, jadi untuk membongkarnya kami akan menunggu petunjuk dari dinas kehutanan, namun kami sepakat dengan ProFauna untuk sementara mengosongkan isi kandang burung itu".

Kepala Tahura R Soerjo juga berjanji akan lebih intensif melakukan pengamanan untuk mencegah perburuan satwa liar. "kami justru merasa senang dengan adanya perhatian dari ProFauna tersebut dan mungkin bisa bekerja sama untuk sama-sama menangani masalah perburuan satwa itu", ujar Rudhy.

© 2003 - 2022 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.