Ranger Ini Rela Tidak Libur Lebaran Demi Menjaga Pulau Habitat Penyu di Berau

Penyu di Berau

Ketika sebagian besar umat Muslim di Indonesia berlibur dan berkumpul dengan keluarga kala lebaran Idul Fitri 1437 H, ada sekelompok orang yang tidak bisa menikmati momen indah itu. Mereka harus menjaga pulau tidak berpenghuni yang menjadi habitat penyu di wilayah perairan Kabupaten Berau, Kalimantan timur. Pulau itu adalah Pulau Bilang-Bilangan dan Mataha yang menjadi salah satu tempat pendaratan Penyu Hijau (Chelonia mydas) terbesar di dunia

Karena tidak dihuni penduduk, kedua pulau tersebut rawan terjadi pencurian telur penyu dan juga pengeboman ikan. Untuk itu Ranger dari Perkumpulan Konservasi Biota Laut Berau (BLB) dan Ranger PROFAUNA bahu-membahu bekerja menjaga pulau tersebut setiap hari.

Penjagaan pulau tersebut tidak mengenal waktu, bahkan di hari-hari libur nasional seperti Idul Fitri, para Ranger tersebut mendedikasikan dirinya untuk tetap tinggal di pulau, demi menjaga penyu.

"Biasanya pencurian telur penyu cenderung meningkat menjelang hari raya Idul Fitri, karena untuk pesta lebaran, sehingga kami harus menjaga pulau dengan resiko tidak berlibur", kata Bayu Sandi, Ranger PROFAUNA yang terjun langsung di pulau tersebut untuk mencegah pencurian telur penyu.

Berdasarkan pengamatan PROFAUNA Borneo pada tahun 2015 lalu ada 186 sarang atau sekita 18.600 telur penyu raib dicuri. Ironisnya  pencurian itu marak dilakukan pada bulan puasa menjelang lebaran.

"Berdasarkan catatan itu akhirnya saya memutuskan masuk ke Pulau Mataha dan Bilang-Bilangan untuk membantu BLB karena kebanyakan Rangernya sedang cuti hari raya Idul Fitri", tegas Bayu Sandi.

Ketika banyak orang asyik menyantap lezatnya makanan di libur lebaran, Ranger yang jaga pulau Bilang-Bilangan dan Mataha justru menghabiskan waktunya dengan patroli pantai. Ranger PROFAUNA Borneo beraksi mulai tengah malam hingga jam 5 pagi setiap hari untu melakukan patroli menjaga sarang. penyu

Ranger PROFAUNA di pulau tersebut hanya bertugas melakukan pengawalan terhadap penyu yang bertelur dan menjaga sarang, sementara ranger BLB bertugas merelokasi sarang dengan jadwal piket jam 24:00 - 02:00 dan 05:00 - 07:00.

Hal yang menarik adalah tidak semua Ranger BLB yang muslim meminta jatah cuti Lebaran, karena dua ranger muslim memilih bertahan di pulau untuk menjaga sarang-sarang penyu. Sehingga total ranger BLB yang berjaga di kedua pulau tersebut berjumlah 6 orang ditambah satu ranger PROFAUNA.

Ranger PROFAUNA yang  juga beragama Islam, memilih untuk tetap bekerja pada hari raya Idul Fitri dengan alasan untuk berpartisipasi dalam melindungi penyu yang biasanya semakin terancam mendekati  hari raya Idul Fitri.

"Kami bersyukur, selama Ranger PROFAUNA menjaga di pulau tersebut tidak terjadi pencurian telur atau pengeboman ikan, namun sayangnya pada tanggal 10 Juli, atau dua hari setelah ranger PROFAUNA keluar dari pulau ada laporan nelayan mulai meledakan bom ikan", pungkas Bayu dengan nada sedih.

Info terkait Pulau Bilang-Bilangan dan Mataha: http://www.profauna.net/id/content/pulau-bilang-bilangan-dan-mataha-habitat-penting-penyu-hijau-di-kalimantan-timur#.V4hZbfl97IV

© 2003 - 2021 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.