PROFAUNA Turunkan Tim untuk Pantau Satwa Liar yang Berpotensi Terkena Dampak Erupsi Gunung Bromo

Meningkatnya status Gunung Bromo dari Waspada menjadi Siaga, membuat organisasi Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) menurunkan tim untuk memantau keberadaan satwa liar yang berpotensi terkena dampak jika terjadi erupsi Gunung Bromo. Tim yang diturunkan sejak Senin (14/12/2015) itu memantau hutan yang jadi habitat satwa di Taman Nasional Bromo Tenger Semeru (TNBTS) yaitu Hutan Ireng-Ireng, Bantengan, jalur menuju B29, Ranu Pani dan Jarak Ijo.

TNBTS merupakan habitat berbagai jenis satwa liar seperti lutung jawa, monyet ekor panjang, merak, rusa, macan tutul dan berbagai jenis burung. Satwa berpotesi terkena dampak jika terjadi erupsi.

"Dalam banyak kasus bencana alam seperti meletusnya gunung berapi itu juga akan berdampak terhadap satwa liar yang jika tidak ditangani dengan baik akan rawan terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar itu", kata Rosek Nursahid, Ketua PROFAUNA Indonesia.

Sejauh ini PROFAUNA belum melihat adanya dampak aktivitas Gunung Bromo terhadap satwa liar. "Kami juga belum melihat tanda-tanda satwa liar yang keluar hutan akibat meningkatnya aktivitas Gunung Bromo tersebut", ujar Rosek.

© 2003 - 2021 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.