Burung-Burung yang Ada di Hutan Lereng Gunung Arjuna

Kini semakin banyak burung yang berhasil diidentifikasi tim PROFAUNA Indonesia di hutan lereng Gunung Arjuna yang berbatasan dengan daerah Karangploso dan Batu. Burung nasional Elang Jawa juga cukup sering muncul di hutan lereng Arjuna yang berada di ketinggian diatas 1000 m dari permukaan laut ini.

Sejak tahun 2021 PROFAUNA melakukan patroli hutan secara rutin, monitoring satwa dan mendampingi masyarakat lokal dalam mengelola hutan di lereng Arjuna sisi Karangploso dan Batu. Dampak positifnya, perburuan satwa liar termasuk burung semakin menurun, sehingga keberadaan burung-burung semakin sering dijumpai.

Berikut ini daftar burungnya yang berhasil diidentifikasi tim PROFAUNA:

  1. Kerak kerbau (Acridotheres javanicus)
  2. Cipoh Kacat (Aegithina tiphia)
  3. Cingcoang coklat (Brachypteryx leucophrys)
  4. Bubut alang alang (Centropus bengalensis)
  5. Madu Sriganti (Cinnyris bengalensis)
  6. Walet linchi (Colocalia esculenta)
  7. Kangkok ranting (Cuculus saturatus)
  8. Tepus pipi perak (Cyanoderma melanothorax)
  9. Layang laying rumah (Delichon dasypus)
  10. Caladi ulam (Dendrocopus analis)
  11. Srigunting kelabu (Dicrurus leucophaeus)
  12. Sempur hujan rimba (Eurylaimus javanicus)
  13. Ayam hutan hijau (Gallus varius)
  14. Perkutut (Geopelia striata)
  15. Cekakak Jawa (Halcyon cyanoventris)
  16. Tepekong jambul (Hemiprocne longpennis)
  17. Jingjing batu (Hemipus hirundinaceus)
  18. Layang laying batu (Hirundo javanica)
  19. Layang laying asia (Hirundo rustica)
  20. Layang laying loreng (Hirundo striolata)
  21. Paok pancawarna (Hydrornis guajanus)
  22. Ceret gunung (Horornis flavolivaceus)
  23. Elang hitam (Ictinaetus malaiensis)
  24. Kapasan sayap putih (Lalage sueurii)
  25. Bondol peking (Lonchura punctulata)
  26. Uncal Buau (Macropygia emiliana)
  27. Uncal kouran (Macropygia ruficeps)
  28. Uncal loreng (Macropygia unchall)
  29. Pelanduk semak ( Malacocincla sepiarium)
  30. Cica koreng (Megalurus palustris)
  31. Kirik kirik senja (Merops leschenaulti)
  32. Elang brontok (Nisaeetus cirrhatus)
  33. Elang Jawa (Nisaeetus bartelsi)
  34. Cinenen pisang (Orthotomus sutorius)
  35. Cinenen Jawa (Orthotomus sepium)
  36. Cinenen gunung (Phylergates  cuculatus)
  37. Kancilan emas (Pachycephala pectoralis)
  38. Sepah kecil (Pericrocotus cinnamomeus)
  39. Sepah hutan (Pericrocotus miniatus)
  40. Sepah gunung (Pericrocotus miniatus)
  41. Sikep madu (Pernis ptylorhinchus)
  42. Kadalan birah (Phaenicophaeus curvirostris)
  43. Caladi tilik (Picoides moluccensis)
  44. Prenjak padi (Prinia inornata)
  45. Takur tohtor (Psilopogon armillaris)
  46. Takur tenggeret (Psilopogon australis)
  47. Takur ungkut ungkut (Psilopogon haemacephalus)
  48. Takur tulung tumpuk (Psilopogon javensis)
  49. Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster)
  50. Cucak gunung (Pycnonotus bimaculatus)
  51. Merbah cerukcuk (Pycnonotus goiavier)
  52. Kipasan bukit (Rhipidura euryura)
  53. Tekukur (Spilopelia chinensis)
  54. Elang ular (Spilornis cheela)
  55. Cekakak sungai (Todirhamphus chloris)
  56. Gemak loreng (Turnix suscitator)

Pemantuan burung dan satwa liar di lereng Gunung Arjuna ini masih terus dilakukan oleh PROFAUNA, sehingga penambahan spesies baru masih sangat dimungkinkan.

© 2003 - 2026 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.