ProFauna Ajak Masyarakat untuk Tidak Mengkonsumsi Daging Satwa liar

ProFauna Ajak Masyarakat untuk Tidak Mengkonsumsi Daging Satwa liarDalam kampanye di depan sebuah mall ternama di Malang (8/8/2012) aktivis ProFauna Indonesia mengajak masyarakat untuk tidak mengkonsumsi daging satwa liar, karena ini akan turut memicu kepunahan satwa liar di alam. Kampanye ProFauna dikemas dengan cara unik yaitu sejumlah aktivis ProFauna duduk di belakang sebuah meja yang di atasnya ada benda mirip kepala primata. Kepala primata dan aktivis ProFauna itu terlihat penuh dengan cairan mirip darah. Itu adalah simbol bahwa perdagangan daging satwa liar itu sarat dengan kekejaman.

Survey ProFauna Indonesia di berbagai daerah seperti Denpasar, Surabaya, Malang, Jakarta, Yogyakarta, Palembang dan Medan menunjukan bahwa perdagangan daging satwa liar di sejumlah restoran masih terbilang tinggi. Daging satwa liar yang dijual dalam bentukan olahan makanan itu antara lain dari jenis monyet, trenggiling, penyu, lutung, ular, biawak dan landak. Sejauh ini sudah terdata sekitar 50 restoran yang menjual daging satwa liar itu.

Perdagangan daging satwa liar di restoran-restoran itu menjadi masalah konservasi karena asal satwa liar itu adalah hasil tangkapan dari alam. Jika penangkapan satwa liar di alam dilakukan tanpa kontrol yang ketat, dikuatirkan akan memicu kepunahan satwa liar secara lokal. Apalagi ada banyak jenis satwa liar yang dikonsumsi itu belum terdata dengan baik tentang populasinya di alam. Mengkonsumsi daging satwa liar juga tidak etis, karena seringkali satwa liar itu ditangkap dengan cara kejam dan juga dibunuh secara tidak manusiawi.

Radius Nursidi, juru kampanye ProFauna Indonesia, mengatakan, "di bulan suci ramadhan ini ProFauna mengajak untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan halal, karena ada banyak jenis satwa liar yang sebenarnya haram untuk dikonsumsi". Radius menambahkan, "di Indonesia ada ribuan pilihan makanan yang lezat tetapi tanpa harus mengorbankan satwa liar yang semakin terancam keberadaannya di alam, saatnya masyarakat menentukan pilihan dengan memilih makanan yang tidak mengandung bagian tubuh satwa liar".

© 2003 - 2022 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.