Supporter ProFauna Chapter Sidoarjo Mengamati Satwa Liar di Gunung Lemongan

Supporter ProFauna Chapter Sidoarjo Mengamati Satwa Liar di Gunung LemonganSejumlah Aktifis ProFauna Chapter Sidoarjo melakukan pengamatan satwa liar yang di sekitar Ranu Klakah yang terletak di kaki Gunung Lemongan, Lumajang. Acara yang bertemakan "Environmental Learning Days 2013" ini berlangsung selama 3 hari yakni 24-26 Mei 2013. Dengan berbekal field guide, binocular dan blocknote, para aktifis yang mayoritas berlatar belakang pelajar atau mahasiswa tesebut mencatat berbagai satwa liar yang mereka temukan dikawasan tersebut diantaranya Elang Alap Cina, Kolibri, Kutilang, Prenjak, Musang, Pelatuk, Derkuku, Kepodang, Anjing hutan, dll.

Menurut beberapa penduduk setempat yang ditemui disana terkadang mereka bisa menemukan Macan Tutul, Monyet Ekor Panjang), Kijang, Elang Bondol, dan Elang Hitam. Bahkan beberapa jenis capung sayap merah maupun sayap kuning masih bisa kita temui di sana. "Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk kesadaran kaum muda dalam mencintai alam Indonesia, Karena semua manusia bertanggung jawab atas kelestarian alam ciptaan Tuhan ini", ujar Zamroni selaku Koordinator Supporter ProFauna Chapter Sidoarjo.

Tak bisa dipungkiri keberadaan satwa- satwa liar ini sangat bergantung pada keadaan alam disekitar kawasan tersebut. Boleh dikatakan bahwa kawasan Ranu Klakah masih alami, hijau dan bebas polusi. Disamping Ranu Klakah masih ada 12 Ranu lagi yang berinduk di bawah kaki Gunung Lemongan, diantaranya Ranu Pakis, Ranu Lading, Ranu Bedali dan lain sebagainya. Tetap terjaganya kawasan hijau dikawasan Guung Lemongan ini tidak bisa dipisahkan dari peran besar sekelompok masyarakat yang menamankan dirinya Laskar Hijau.

Sebuah komunitas yang kini beranggotakan 20 orang ini diprakarsai oleh Abdullah Al Kudus atau lebih akrab dipanggil Aak ini berdiri pada tahun 2009. Menurut Aak yang juga Supporter ProFauna itu, terbentuknya komunitas ini berawal dari sebuah tekad untuk menghijaukan kembali Kawasan Gunung Lemongan yang pada tahun 1997 diketahui masih bisa ditemukan 30 mata air, akan tetapi pada tahun 2000 jumlah mata air tersebut mengalami penurunan yang sangat drastis yakni hanya tinggal 6 mata air saja. (Ida Nurmala, supporter ProFauna di Sidoarjo).

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.