Siaran Pers: Hutan Jawa Terancam ProFauna Serukan Gerakan Penyelamatan Hutan

Forests in Java are Threatened, ProFauna Calls For Forest Protection Movement(25/02/2010) Semakin berkurangnya tutupan hutan yang ada di Pulau Jawa saat ini telah dirasakan menjadi suatu ancaman serius bagi masyarakat dan satwa liar endemik yang ada di Pulau Jawa. Terjadinya bencana yang secara rutin tiap tahun dan cenderung semakin meluas adalah salah satu indikasi bahwa daya dukung hutan terhadap kehidupan manusia semakin berkurang.

Berdasarkan data laju deforestasi yang dikeluarkan oleh departemen kehutanan periode 2003-2006, diketahui bahwa laju deforestasi untuk Pulau Jawa sebesar 2500 ha/tahun atau (0,2%) dari total angka deforestasi indonesia. Jika dihitung secara konservatif dengan laju deforestasi tetap maka pengurangan jumlah hutan yang terjadi selama 2007-2010 saat ini adalah seluas 10.000 Ha. Hal ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan satwa langka yang ada di Pulau Jawa. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan oleh departemen kehutanan tersebut, diketahui bahwa penyumbang terbesar terjadinya deforestasi untuk wilayah Pulau Jawa adalah Jawa Timur, yaitu sebesar 438,1 ha/th dengan pembagian yaitu terjadi pada hutan primer 25,1 ha/th atau 5,7%, pada hutan sekunder 43,6 ha/th atau 9,9% dan pada hutan lainnya 369,5 ha/th; 84,3%.

Menyusutnya hutan itu bukan hanya mengancam keselamatan masyarakat, namun juga satwa endemic yang menghuni hutan di Jawa. Ancaman bagi masyarakat adalah berupa bencana banjir dan longsor. Pengamatan ProFauna di daerah Malang menunjukan ada beberapa titik yang rawan lonsor akibat menurunnya kualitas dan kuantitas hutan, antara lain Pujon, Singosari, Lawang, Sumber Brantas Batu, Pujiharjo Malang Selatan dan Sendang biru.

Sementara itu satwa endemic Jawa yang terancam punah akibat rusaknya hutan di Jawa antara lain lutung jawa (Trachypithecus auratus), owa jawa (Hylobates moloch), surili (Presbytis comata), macan tutul (Panthera pardus), elang jawa (Spizaetus bartelsi) dan merak (Pavo muticus). Satwa langka ini terancam punah bukan hanya karena hutan yang menjadinya habitat semakin berkurang, namun juga perburuan untuk diperdagangkan.

Melihat kondisi hutan di Jawa yang semakin memperihatinkan itu, ProFauna gencar melakukan kampanye untuk penyelamatan hutan Jawa. Salah satu bentuk kampanye ProFauna adalah melakukan demonstrasi unik di Jalan Raya Ijen Malang (25/2/2010). Dalam demonstrasi damai itu aktivis ProFauna menutupi kepalanya dengan kotak bergambar pohon sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Selamatkan hutan di Jawa".

Dalam kampanye penyelamatan hutan di Jawa itu ProFauna menyerukan agar pemerintah menghentikan deforestasi hutan di Jawa. Pengamatan ProFauna di sejumlah titik menunjukan banyak hutan di Jawa terancam akibat pembukaan lahan pertanian atau perladangan. Tidak banyaknya pos-pos pengamanan di sejumlah kawasan hutan turut mempermudah terjadinya kerusakan hutan dan perburuan satwa liar. ProFauna mendorong agar pemerintah meningkatkan pengamanan hutan di Jawa dan salah satunya adalah dengan menempatkan penjaga di semua titik keluar masuk utama dari kawasan hutan tersebut.

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.