Kampanye Penyu

Perdagangan Cinderamata Mengandung Bagian-Bagian Penyu Masih Terjadi Secara Terbuka di Tanjung Benoa Bali

Tanjung Benoa, Bali dulu dikenal sebagai pusat perdagangan penyu di Indonesia. Pada tahun 1999 ProFauna Indonesia mempublikasikan hasil investigasnya yang melaporkan sekitar 9000 ekor penyu dibantai dalam waktu 4 bulan di di Bali. Setelah publikasi itu, pada tahun 2000 hingga 2002 aparat penegak hukum mulai gencar melakukan penyitaan dan penegakan hukum atas perdagangan penyu illegal tersebut.

Kemenangan untuk Penyu di Indonesia: Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia Menginstruksikan pada Gubernur di Seluruh Indonesia untuk Melindungi Penyu

Sebuah kabar menggembirakan untuk upaya perlindungan terhadap spesies langka ini adalah dikeluarkannya sebuah surat edaran dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia kepada Gubernur di seluruh Indonesia untuk melindungi penyu.

Perdagangan Ilegal Telur Penyu di Kalimantan

Meskipun telah dilindungi di banyak kota di Kalimantan perdagangan telur masih terus terjadi. Telur penyu yang diperdagangkan tersebut sebagian besar telur penyu hijau (Chelonia mydas) dan sedikit penyu sisik (Eretmochelys imbricate). Bahkan telur penyu asal Kalimantan tersebut juga diperdagangkan sampai ke Malaysia.

Perdagangan Penyu di Bali

Perdagangan penyu di Bali telah mendapat perhatian dunia internasional dalam lima belas tahun terakhir ini. Tahun 1990-an, beberapa lembaga internasional seperti Greenpeace mempublikasikan bahwa telah terjadi perdagangan dan pembantaian ribuan penyu per tahun di Bali.

Halaman

Subscribe to RSS - Kampanye Penyu
© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.