Program Anti Perburuan dan Penangkapan Satwa Liar Ilegal

Selain faktor hilangnya atau rusaknya habitat, perburuan atau penangkapan satwa liar di alam juga menjadi pemicu semakin terancam punahnya keberadaan satwa di alam. Penangkapan satwa liar yang menggunaan jaring, pemikat, getah atau jerat tersebut secara nyata telah menyebabkan kepunahan satwa secara lokal di beberapa daerah.

Di Jawa, ada banyak jenis burung berkicau yang dulu sangat umum dijumpai seperti Cendet, Burung Kaca Mata dan Prenjak, yang sekarang di banyak daerah sudah menghilang akibat ditangkapi besar-besaran di alam. Sementara di Sumatera, menurun populasi harimau juga tidak terlepas dari perburuan harimau sumatera yang masih tinggi. Penangkapan burung berkicau di Sumatera untuk kemudian diselundupkan ke Jawa lewat Bandar Lampung juga sangat tinggi.

PROFAUNA Indonesia menempatkan isu perburuan atau penangkapan satwa liar di alam menjadi isu penting yang perlu ditangani secara serius. Dalam isu ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan PROFAUNA yaitu:

  • Membentuk Ranger PROFAUNA yang melakukan patroli hutan secara rutin
  • Penguatan masyarakat lokal sekitar hutan untuk berpartisipasi dalam mencegah terjadinya perburuan satwa liar
  • Edukasi dan kampanye

Dengan aksi langsung di lapangan, Ranger PROFAUNA berusaha mencegah teradinya perburuan atau penangkapan satwa liar illegal tersebut. Patroli hutan ini juga sering dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur Gakkum KLHK, BBKSDA, Tahura dan Perhutani.

Berita terkait:

© 2003 - 2021 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.