PROFAUNA Terjunkan Relawan untuk Membantu KSDA Amankan Cagar Alam Pulau Sempu

Tim PROFAUNA datang ke resor KSDA Pulau Sempu di Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada hari Senin (18/06/2018) untuk menjadi relawan selama seminggu. Kedatangan tim PROFAUNA itu bertujuan membantu KSDA dalam menjaga Cagar Alam Pulau Sempu.

Relawan PROFAUNA yang terlibat dalam kegiatan itu antara lain Bayu Sandi, Siti Nur Hasanah, Yuda Sakkisha Lesplaner, Kurratul Aini, dan Yudistira.

Siti Nur Hasanah menuturkan, "kegiatan relawan yang saya ikuti ini adalah yang pertama kalinya dan saya merasa sangat tertantang sekaligus bahagia bisa ikut terjun langsung menjaga Cagar Alam Pulau Sempu".

Bentuk kegiatan yang dilakukan dalam program relawan itu antara lain pencegahan segala bentuk pelanggaran terhadap perlindungan Cagar Alam Pulau Sempu, termasuk melakukan sosialisasi terkait larangan kegiatan pariwisata kepada pengunjung. Selain itu tim KSDA dan PROFAUNA juga melakukan patroli di sekitar kawasan Pulau Sempu.

"Sosialisasi tentang pelarangan berwisata di Pulau Sempu memang masih harus terus digencarkan, karena selama ini memang faktanya meskipun statusnya cagar alam itu di Pulau Sempu masih ada kegiatan wisata secara ilegal," tukas Bayu Sandi.

Petugas KSDA Edi Kurnia mengungkapkan, "pada musim libur jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Sempu sekitar 500-700 orang dan akan mengalami peningkatan pada akhir pekan hingga 1000-1500 orang".

Pulau Sempu memiliki status sebagai cagar alam yang tidak boleh dikunjungi untuk kegiatan pariwisata. Sesuai pasal 40, UU no. 5 tahun 1990 yang menyebutkan, "barang siapa yang melakukan kegiatan yang mengakibatkan perubahan terhadap keutuhan suaka alam bisa diancam dengan hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp. 200.000.000".

Status Pulau Sempu sebagai cagar alam itu sudah diketahui oleh sebagian besar masyarakat Sendangbiru, namun mereka tetap melakukan aktivitas mengantarkan wisatawan ke Pulau Sempu dengan alasan kebutuhan ekonomi.

Banyaknya wisatawan memiliki korelasi dengan jumlah sampah yang tersebar luas di Pantai Waru-Waru yang berada di Pulau Sempu. Pantai Waru-waru merupakan salah satu destinasi paling banyak diminati oleh wisatawan untuk berlibur bersama keluarga. Keadaan yang sama ditemukan di Teluk Semut sebagai pintu masuk ke Segara Anakan meskipun tak separah di Waru-Waru.

Dengan banyaknya sampah yang ditemukan maka disamping melakukan sosialisasi tim juga melakukan pembersihan sampah plastik  di sepanjang Pantai Waru-Waru dan Teluk Semut.

"Kami berharap tidak akan ada lagi wisatawan illegal yang masuk ke Pulau Sempu untuk sekedar berlibur ataupun menginap karena keberadaan cagar alam ini hanya untuk kegiatan penelitian dan kegiatan konservasi semata", kata Yuda Sakkisha. (KUR)

Link Terkait:

© 2003 - 2018 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.