Petugas KSDA Amankan Burung Betet Kelapa dan Burung Pengumpan di Halmahera Barat

Baru-baru ini tim gabungan yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya (KSDA) I Ternate dan PROFAUNA Representatif Maluku Utara melakukan patroli peredaran tumbuhan dan satwa liar pada 19-20 November 2017. Patroli ini menyisir wilayah Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat. Patroli dipimpin langsung oleh Abas Hurasan, S.Hut, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Ternate.

Dalam patroli ini diamankan tiga ekor kasturi ternate (Lorius garrulus) dan satu ekor betet-kelapa paruh besar (Tanygnathus megalorynchos) dari dua warga desa di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat. Salah satu burung kasturi ternate itu merupakan burung pengumpan yang dimiliki oleh Wuntu, seorang penangkap burung.

Satu ekor yaki (Macaca nigra) yang turut diamankan dalam patroli ini merupakan penyerahan dari Aren Dawile, warga Desa Mamuya, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara.

"Patroli kali ini kami lakukan untuk menindaklanjuti pengamanan seratusan lebih burung paruh bengkok dari wilayah Gane yang hendak diperdagangkan ke Filipina", tutur Abas.

Seperti diketahui bahwa pada Rabu (15/11) pekan lalu, Polres Halmahera Selatan mengadakan press conference mengenai diamankannya empat pelaku pedagang burung paruh bengkok di Gane, Kabupaten Halmahera Selatan. Empat pelaku ini hendak mengirimkan burung kakatua putih dan nuri bayan ke Filipina.

Sama seperti pada patroli sebelumnya, tim KSDA Ternate melakukan dengan metode persuasif. Penyadartahuan mengenai perundangan serta sanksinya dilakukan agar kelak warga tidak ada yang terjerat kasus yang terkait satwa.

Ekawati Ka'aba, Koordinator PROFAUNA Representatif Maluku Utara yang ikut dalam patroli ini mengapresiasi cara yang dilakukan KSDA Ternate.

"Patroli berjalan lancar karena KSDA Ternate melakukan dengan cara persuasif, sehingga warga secara sadar dan sukarela menyerahkan satwanya," kata Eka sapaan akrab Ekawati.

Patroli ini selain menyisir wilayah yang telah menjadi target operasi, KSDA Ternate juga berkoordinasi dengan Polres Halmahera Utara (Halut). Abas berpesan kepada Polres Halut agar tidak segan untuk berbagi informasi apabila ada transaksi perdagangan satwa liar di wilayah kerjanya. Hal ini guna menekan tingkat perdagangan burung paruh bengkok endemik Maluku Utara yang masih tinggi. (AFZ)

© 2003 - 2017 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.