Peduli Hutan, PROFAUNA dan Petani Lakukan Penghijauan di Bukit Perawan Tanggulasi

PROFAUNA Indonesia bekerja sama dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Mapan menggerakkan masyarakat untuk melakukan penghijauan di Bukit Perawan Tanggulasi, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada Sabtu, 1 Februari 2019. Penghijauan dilakukan dengan menanam 300 bibit pohon buah dan pohon hutan yang sepenuhnya disumbang oleh Petungsewu Adventure.

Aksi penghijauan itu diikuti masyarakat  dari berbagai kalangan antara lain aktivis lingkungan, Perhutani, BKSDA, KTH, PROFAUNA, P-WEC, mahasiswa, dan masyarakat lokal. Pihak TNI dan kepolisian juga hadir dalam acara yang berlansung seharian itu.

"Bukit Perawan Tanggulasi dipilih karena menurut aparat desa dan kelompok tani itu kondisinya masih relatif gundul sehingga perlu dilakukan penghijauan untuk perlindungan ekosistem. Bukit ini juga mulai dikembangkan sebagai objek wisata," kata Erik Yanuar, koordinator program Konservasi Hutan Dataran Rendah (KHDR) dari PROFAUNA Indonesia.

Bukit Perawan Tanggulasi diharapkan dapat menjadi destinasi wisata alam baru di Kabupaten Malang, khususnya di wilayah Desa Tambakrejo. Pemandangan bukit yang langsung menghadap ke Pantai Tamban tentunya bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Aksi penghijauan yang diinisiasi PROFAUNA Indonesia ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat desa Tambakrejo karena dinilai dapat memberikan efek positif jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

"Saya berharap Bukit Perawan Tanggulasi bisa dimanfaatkan untuk ekowisata. Kalau perlu jika nantinya penghijauan yang kita lakukan sudah berbuah kita akan mengadakan wisata petik buah. Semua demi tujuan memakmurkan masyarakat setempat," Mohammad Firman, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Maju Mapan Desa Tambakrejo.

Aksi penghijauan di Bukit Perawan Tanggulasi menjadi daya tarik bagi masyarakat luar Desa Tambakrejo. Perjalanan yang cukup melelahkan menuju puncak Bukit Perawan Tanggulasi tidak menyurutkan antusiasme para peserta yang banyak berasal dari kalangan mahasiswa. Peserta mengaku senang dapat terlibat dalam acara penghijauan tersebut dan berharap acara serupa akan terus diadakan secara rutin. 

"Acaranya seru dan mengedukasi sekali terutama bagi anak muda. Dengan acara seperti ini harapannya masyarakat dapat lebih semangat untuk melestarikan lingkungan," ujar Dwi Candra Nursita, mahasiswa Jurusan Biologi UIN Malang yang ikut dalam aksi penghijauan.

Penghijauan itu juga dihadiri oleh pendiri PROFAUNA Indonesia, Rosek Nursahid. Rosek yang hadir bersama keluarganya itu begitu semangat mengikuti rangkaian kegiatan.

"Aksi Penghijauan ini bukan hanya proyek sesaat tetapi sebuah pijakan awal agar kita ke depannya bisa lebih sinergis untuk melestarikan hutan yang tersisa dan merestorasi hutan yang masih bisa dipulihkan kembali," kata Rosek Nursahid. (Luf)

Link terkait:

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.