Kasus Pencurian Telur Penyu di Pulau Sangalaki Meningkat 120 Persen

Kasus pencurian telur penyu di Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur meningkat 120% jika dibandingkan tahun 2013. Menurut data dari BKSDA Berau, pada tahun 2013 tercatat ada 5 kasus pencurian telur penyu, sedangkan di tahun 2014 ada 11 kasus. Ini berarti meningkat sebanyak 120%.

Jumlah sarang penyu yang hilang sepanjang tahun 2014 juga meningkat tajam. Pada tahun 2013 tercatat ada 28 sarang penyu yang hilang, dan di tahun 2014 meningkat menjadi 99 sarang penyu yang hilang. Peingkatan jumlah sarang penyu yang hilang mencapai 253 %.

Meningkatnya kasus pencurian telur penyu tersebut dikuatirkan akan mengancam kelestarian penyu, apalagi jumlah penyu yang bertelur di Pulau Sangalaki cenderung mengalami penurunan. Pada tahun 2013 jumlah rata-rata penyu yang bertelur setiap harinya itu mencapai 15 ekor penyu, namun di tahun 2014 hanya 11 ekor saja.

Pantauan lembaga Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) perdagangan telur penyu masih marak di Kalimantan Timur. Telur penyu tersebut dijual di berbagai kota antara lain Bontang, Samarinda, dan Tanjung Redeb. Telur tersebut dijual dengan harga bervariasi, antara Rp 6000 hingga Rp 12.500 per butir.

Koordinator PROFAUNA Borneo, Bayu Sandi mengatakan, "semua jenis penyu termasuk telurnya telah dilindungi undang-undang, sehinga segala bentuk perdagangannya adalah dilarang".  Menurut UU nomor 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, pelaku pencurian dan perdagangan satwa dilindungi bisa diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

"PROFAUNA mendorong adanya kontrol yang ketat terhadap Pulau Sangalaki dan pemberantasan praktek perdagangan telur penyu yang masih marak di Kaltim. Pihak BKSDA sudah berusaha keras untuk menangani masalah perdagangan telur penyu di Sangalaki, namun perlu dukungan berbagai pihak untuk mengatasinya", tegas Bayu Sandi.

Pulau Sangalaki selaian dikenal sebagai salah satu habitat penyu, juga merupakan kawasan wisata alam. Menurut data BKSDA Berau, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sangalaki pada tahun 2014 sebanyak 1482 orang. Kebanyakan berasal dari Kalimantan timur dan Jakarta.

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.