Ini Dia Staf, Representative dan Kebijakan Baru PROFAUNA Indonesia di bulan November 2016

Organisasi Protection of Forest & Fauna (PROFAUNA) Indonesia terus menata dirinya agar lebih produktif dan lebih banyak aksi untuk perlindungan hutan dan satwa liar. Setelah menutup 7 chapter yang dianggap tidak produktif, kini PROFAUNA Indonesia juga melakukan perombakan di jajaran staf kantor pusat dan perwakilannya yang akan berlaku efektif mulai 1 November 2016

Yuniar Laksitasari, staf di kantor pusat PROFAUNA Indonesia yang selama ini menangani masalah suporter dan simpatisan PROFAUNA, kini menduduki jabatan baru sebagai staf bagian keuangan. Sedangkan posisi Yuniar yang akrab disapa Niar itu digantikan oleh Yunis Fiatin yang sekaligus sebagai staf communication officer.

Juru kampanye PROFAUNA Indonesia juga diperkuat lagi dengan kehadiran Afrizal Maulana Abdi yang pernah menjadi relawan PROFAUNA di Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC) selama beberapa bulan. Afrizal bersama Swasti Prawidya Mukti dipercaya sebagai campaign officer PROFAUNA Indonesia.

Representative PROFAUNA juga mengalami penambahan personil. Untuk Repersentative PROFAUNA Jawa Barat kini ada tiga orang yaitu Rinda Aunillah Sirait (koordinator), Nadya Andriani, dan Dandi Supriadi.

Penambahan personil juga terjadi di PROFAUNA Representative Jakarta. Kini ada tiga orang yaitu Kinanti Wicaksono (koordinator), Mohammad Ali Rouf dan Marsudi. Personil yang baru adalah Muhammad Ali Rouf, seorang PNS yang jadi Suporter PROFAUNA sejak tahun 2004.

Representative PROFAUNA Maluku Utara juga ditambah personilnya. Jika selama ini hanya ada Ekawaty Ka'aba, kini ditambah satu orang lagi yaitu M Hendra Hengstz.

Salam Jabat Tangan PROFAUNA Dihapus

Selama ini antar suporter PROFAUNA jika bertemu mereka punya ciri khas ketika berjabatan tangan. Kini salam khas itu dihapus agar tidak menimbulkan kebingungan dan kecanggungan antar suporer dan simpatisan.

"Meskipun jabat tangan ala PROFAUNA itu sudah menyatu di sebagian aktivis PROFAUNA, namun dengan pertimbangan penyederhanaan dan untuk menghindari kebingungan, salam khas tersebut akhirnya kami hilangkan", jelas pendiri PROFAUNA Indonesia, Rosek Nursahid.

Rosek yang mendirikan PROFAUNA Indonesia pada tahun 1994 bersama Made Astuti itu menambahkan, "semangat baru yang ada di PROFAUNA sekarang adalah kami mengkedepankan aksi dan kualitas, itu yang menjadi salah satu alasan penutupan tujuh chapter".

"Jabatan di PROFAUNA itu adalah amanah, bukan alat untuk cari uang, dan kami bersyukur kami tidak pernah kekurangan orang-orang yang loyal dan berdidikasi tinggi untuk berjuang bersama PROFAUNA", tegas Rosek.

© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.