Berita

ProFauna Bantu Satwa Korban Letusan Gunung Merapi

Gunung Merapi di Jawa Tengah, Indonesia yang kembali meletus pada tanggal 26 Oktober 2010 telah menimbulkan penderitaan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Merapi. Jumlah korban manusia yang meninggal yang sudah terdata sampai sejauh ini adalah 30 orang. Namun korban ternyata bukan hanya manusia, namun juga satwa, khususnya satwa ternak. Ratusan satwa ternak seperti sapi mati akibat awan panas yang dihasilkan oleh letusan Merapi.

ProFauna Menerima Penghargaan Internasional dari UK

Kiprah ProFauna Indonesia selama 15 tahun terakhir ini dalam mengungkap kasus-kasus perdagangan dan eksploitasi satwa di Indonesia mendapatkan apresiasi dari organisasi internasional dari UK yaitu Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA). RSPCA yang merupakan organisasi satwa tertua dan salah satu yang terbesar di dunia itu menganugrahkan Special Investigation Award kepada ProFauna pada tanggal 11 September 2010 di kantor pusat RSPCA di UK.

Siaran Pers: Banjir Melanda Putussibau, ProFauna Mendesak Pemerintah Mencabut Izin Konsesi Hutan Di Kapuas Hulu

(25/08/2010) Banjir yang terjadi pada tanggal 23 Agustus 2010 di Putussibau Kapuas hulu, Kalimantan Barat, adalah sebuah dampak buruk dari kebijakan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dilakukan oleh pemerintah. Selama ini segala bentuk peruntukan dan pengalih fungsian hutan kebanyakan ditentukan oleh pemerintah, sedangkan masyarakat lokal seringkali terpinggirkan.

Siaran Pers: ProFauna Mendesak Pemerintah Untuk Hentikan Penebangan Hutan di Kapuas Kalimantan Barat

(09/08/2010) Upaya penghancuran hutan alam di Kalimantan sampai saat ini masih saja terjadi. Salah satunya adalah apa yang dilakukan oleh PT. Toras Banua Sukses di Kapuas Hulu Kalimantan Barat. Berbekal surat izin IUPHHK yang diperoleh pada tanggal 19 Februari 2002 Nomor:522/105/PH/2002 seluas 22.000 ha yang mendapat pembaharuan izin usaha pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) seluas 24.920 ha, melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 107/MENHUT-II/2006 tanggal 17 April 2006.

Siaran Pers: ProFauna dan Organisasi Internasional Menolak Ekspor Owa Jawa

(06/08/2010) ProFauna Indonesia dan International Primate Protection League (IPPL) menolak wacana untuk ekspor owa jawa (Hylobates moloch). Penolakan ProFauna itu dilontarkan dalam aksi demonstrasi di Sukabumi bersamaan dengan diadakannya workshop PHKA Departemen Kehutanan dan Howletts the Aspinall Animal Park. Demonstrasi ProFauna itu dipicu adanya draft agenda dalam workshop tersebut yang akan membahas kriteria untuk mengeskpor owa jawa ke luar negeri.

Seruan ProFauna di hari bumi: Saatnya Berubah, untuk Hutan dan Kehidupan Kita

Setiap tanggal 22 April para pecinta lingkungan merayakan hari bumi yang pertama kalinya digagas oleh Gaylord Nelson, seorang senator di Amerika, pada tahun 1970. Sejak itu setiap orang (baca; pecinta lingkungan) selalu memperingati tanggal 22 April sebagai hari bumi. Peringatan hari bumi itu diekspresikan secara beragam, mulai dari diskusi, seminar, demonstrasi, pameran hingga pentas musik. Tanggal 22 April seakan-akan menjadi hari yang membuat kita ingat akan nasib bumi yang kian "tua" dan rapuh.

Halaman

Subscribe to RSS - Berita
© 2003 - 2019 ProFauna Indonesia

ProFauna Indonesia (Temukan kami di Google+) adalah lembaga independen non profit berjaringan internasional
yang bergerak dibidang perlindungan dan pelestarian satwa liar dan habitatnya.